Harga Minyak Koreksi Lebih Dari 1%, Dirundung Ketakutan Resesi Global



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak turun lebih dari 1% pada hari ini karena kekhawatiran ekonomi resesi menghantui pasar keuangan global, melebihi kekhawatiran pasokan dan ketegangan geopolitik di Eropa.

Kamis (12/5) pukul 11.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli 2022 tergelincir US$ 1,25 atau 1,2% menjadi US$ 106,26 per barel.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2022 turun US$ 1,24 atau 1,2% ke US$ 104,47 per barel.


Harga minyak berada di bawah tekanan di minggu ini, bersama dengan pasar keuangan global, di tengah kegelisahan atas kenaikan suku bunga, penguatan dolar AS dalam dua dekade, kekhawatiran atas inflasi dan kemungkinan resesi.

Selain itu, penguncian Covid-19 yang berkepanjangan di importir minyak mentah utama dunia China juga berdampak pada pasar.

"Kekhawatiran resesi itu semakin keras dan membuat minyak lebih rendah pagi ini," kata Howie Lee, Ekonom Oversea Chinese Banking Corp Singapura, menunjuk pada data indeks harga konsumen (CPI) AS yang kuat pada hari Rabu.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (12/5), WTI Turun Tipis ke US$ 105,6 Per Barel

IHK utama AS pada April melonjak 8,3% secara tahunan (yoy), menegaskan kembali kekhawatiran bahwa suku bunga perlu naik dengan cepat untuk menjinakkannya.

Namun, kekhawatiran pasokan yang berasal dari invasi Rusia ke Ukraina telah mendukung pasar, dengan harga naik lebih dari 35% sepanjang tahun ini.

Larangan Uni Eropa yang tertunda pada minyak dari Rusia, pemasok utama minyak mentah dan bahan bakar Uni Eropa, yang selanjutnya dapat memperketat pasokan global menopang harga.

Uni Eropa masih menawar rincian embargo Rusia. Pemungutan suara membutuhkan dukungan suara bulat, tetapi telah ditunda karena Hungaria menentang larangan tersebut karena akan terlalu mengganggu perekonomiannya.

Pada hari Rabu, harga minyak melonjak 5% setelah Rusia memberikan sanksi kepada 31 perusahaan yang berbasis di negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap Moskow setelah invasi Ukraina.

Itu menciptakan kegelisahan di pasar pada saat yang sama bahwa aliran gas alam Rusia ke Eropa melalui Ukraina turun seperempat. Ini adalah pertama kalinya ekspor melalui Ukraina terganggu sejak invasi.

Baca Juga: Terkepung di Mariupol, Komandan Pasukan Ukraina Minta Bantuan Elon Musk

Kenaikan harga telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang kehancuran permintaan di China, karena upaya untuk mengekang penyebaran virus corona.

"Sampai kami melihat beberapa dukungan kebijakan signifikan datang di China atau pembuat kebijakan mengadopsi strategi alternatif untuk COVID (yang tampaknya sangat tidak mungkin), harga minyak dapat tetap dibatasi dalam waktu dekat," kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah komersial naik pekan lalu karena rekor pelepasan minyak dari cadangan strategis AS, tetapi stok bensin menurun menjelang puncak musim panas yang mendorong musim permintaan, kata Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari