KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman defisit ketersediaan fisik akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah telah memicu kepanikan beli di pasar energi, sehingga mendorong harga minyak mentah global melanjutkan tren penguatan. Berdasarkan data Bloomberg, harga WTI tercatat US$ 103,77 per barel atau menguat 1,70%, sementara harga Brent bertengger di posisi US$ 117,08 per barel, menguat 1,92%. Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menuturkan, tren bullish atau penguatan harga minyak ini berpeluang besar untuk terus berlanjut lantaran arah pergerakan pasar jangka pendek saat ini lebih dari 70% dikendalikan oleh gejolak geopolitik.
Harga Minyak Lanjutkan Reli, Ancaman Pasokan Fisik Picu Aksi Beli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman defisit ketersediaan fisik akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah telah memicu kepanikan beli di pasar energi, sehingga mendorong harga minyak mentah global melanjutkan tren penguatan. Berdasarkan data Bloomberg, harga WTI tercatat US$ 103,77 per barel atau menguat 1,70%, sementara harga Brent bertengger di posisi US$ 117,08 per barel, menguat 1,92%. Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menuturkan, tren bullish atau penguatan harga minyak ini berpeluang besar untuk terus berlanjut lantaran arah pergerakan pasar jangka pendek saat ini lebih dari 70% dikendalikan oleh gejolak geopolitik.