Harga minyak masih dekati level terendah 6 tahun



SINGAPURA. Harga kontrak minyak dunia berhasil naik tipis pada transaksi perdagangan hari ini (22/12).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.54 waktu Singapura, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Februari naik sebesar 30 sen menjadi US$ 36,11 per barel di New York Mercantile Exchange.   Harga kontrak minyak untuk pengantaran Januari habis masa berlakunya pada Senin (21/12) kemarin setelah naik 1 sen menjadi US$ 34,74 sebarel. Ini merupakan level terendah dalam enam tahun terakhir.

Kenaikan tipis harga minyak ini terjadi sebelum dirilisnya data mingguan cadangan minyak dan produksi AS.


Berdasarkan hasil survei Bloomberg, data Energy Information Administration pada Rabu besok akan merilis data kenaikan cadangan minyak sebanyak 1 juta barel pada pekan lalu.

Jika prediksi itu benar, maka suplai minyak akan bertahan di level 130 juta barel atau di atas rata-rata suplai minyak lima tahunan.

"Pergerakan minyak dipengaruhi oleh pangsa pasar dan suplai minyak saat ini. Harga minyak WTI akan terus menurun dan volatilitas masih akan terjadi," jelas Jonathan Barratt, chief investment officer Ayers Alliance Securities di Sydney.

Sementara, harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran Februari naik 17 sen menjadi US$ 36,52 sebarel di ICE Futures Europe exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News