Harga minyak masih tertekan perang dagang dan pasokan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak pagi ini naik tipis dari posisi penutupan pekan lalu. Tapi, secara mingguan, harga minyak masih turun 2,22%.

Senin (6/8) pukul 7.28 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2018 di New York Mercantile Exchange berada di 68,57 per barel. Harga ini naik 0,12% jika dibandingkan dengan harga di akhir pekan lalu.

Sedangkan harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2018 di ICE Futures justru turun tipis 0,02% ke US$ 73,19 per barel ketimbang posisi akhir pekan di US$ 73,21 per barel. Dalam sepekan, harga minyak brent tergerus 3,12%. 


Saling balas tarif impor antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi salah satu kekhawatiran di pasar minyak. BUMN China, Sinopec memangkas pembelian minyak dari AS. Unipec, unit bisnis perdagangan Sinopec, menghentikan impor minyak mentah dari AS seiring makin panasnya perang dagang kedua pihak.

"Permintaan China dari pengolahan independen juga lebih rendah di tengah perang dagang yang makin panas," kata Warren Patterson, commodities strategist ING kepada Reuters.

China berencana menerapkan tarif impor LNG. Hal ini memicu kekhawatiran munculnya kebijakan sejenis paja minyak. 

Di sisi lain, produksi minyak Rusia naik 150.000 barel per hari pada bulan Juli menjadi 11,21 juta barel per hari. Arab Saudi pun mengerek produksi menjadi sekitar 11 juta barel per hari. AS juga terus memecahkan rekor produksi minyak mendekati level produksi Arab Saudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati