Harga Minyak Melanjutkan Koreksi, Dibayangi Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (4/5) pagi. Pukul 07.00 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2023 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 67,25 per barel, turun 1,96% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 68,60 per barel.

Harga minyak terkoreksi dan sempat merosot ke level terendah sejak 2021 karena data permintaan yang lemah dari Amerika Serikat (AS) menambah kekhawatian bahwa ekonomi global akan mengalami resesi.

Mengutip Bloomberg, penurunan harga minyak secara tajam terjadi di saat pasar China kembali dibuka setelah libur lima hari. Penurunan harga minyak merembet ke pasar yang lebih luas, dimana saham di AS menghadapi hambatan setelah penurunan bursa AS menyusul keputusan kenaikan suku bunga AS.


Baca Juga: Harga Minyak Mentah Turun 4%, Rabu (3/5): Brent ke US$72,47 dan WTI ke US$68,74

"Kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan di ekonomi utama membuat komoditas berada di bawah tekanan lebih lanjut," kata analis ANZ Banking Group Ltd Brian Martin dan Daniel Hynes dalam sebuah catatan yang dikutip Bloomberg.

"Kemungkinan, sentimen akan tetap bearish di pasar minyak."

Di AS, laporan pemerintah menunjukkan permintaan bensin berkontraksi dan pasokan bahan bakar membengkak. Permintaan bahan bakar pesawat juga turun, namun tetap lebih sedikit di atas tingkat tahun sebelumnya.

Harga minyak juga berada di bawah tekanan di tahun 2023 karena aliran dari Rusia terbukti lebih tangguh dari perkiraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi