Harga Minyak Melemah di Pagi Ini (5/10): Ekspor Minyak Mentah Timur Tengah Meningkat



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah turun pada hari ini karena meningkatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dan pelepasan stok minyak dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) menambah pasokan meskipun ada kekhawatiran yang terus berlanjut tentang kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur minyak Teluk di tengah perang Iran.

Senin (5/10/2026) pukul 08.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Desember 2026 turun 35 sen atau 0,34% menjadi US$ 101,90 per barel. 

Sementara, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman November 2026 turun 62 sen atau 0,68% ke US$ 90,49 per barel.


Baca Juga: Flávio Bolsonaro Unggul di Pilpres Brasil, Hadapi Lula di Putaran Kedua

Brent kehilangan sebagian besar kenaikannya di pekan lalu sementara WTI turun 1,6% setelah negara-negara G7 sepakat untuk melepaskan 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat dan berjanji untuk menahan diri dari pembatasan ekspor energi setelah tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

Pelepasan ini akan menambah ekspor minyak mentah Timur Tengah yang naik di atas level pra-perang dalam empat dari tujuh hari pekan terakhir bulan September, data pengiriman menunjukkan pada hari Senin, meskipun terjadi serangan terhadap kapal yang melewati Selat Hormuz.

“Keputusan G7 untuk memanfaatkan cadangan strategis mengurangi sebagian kecemasan pasokan langsung terhadap harga, sementara ada pandangan yang berkembang bahwa volume ekspor Saudi kembali ke tingkat sebelum perang, meskipun barel tersebut masih diangkut dengan biaya lebih tinggi dan melalui rute yang kurang efisien,” kata Tim Waterer, kepala analis di KCM Trade.

“Kombinasi itu cukup untuk menekan harga untuk saat ini meskipun risiko kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur energi di sekitar wilayah Teluk belum hilang.”

Di sisi lain, Kelompok Houthi mengatakan telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke lokasi Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais di Arab Saudi sebagai tanggapan atas 50 serangan udara dan rudal yang dipimpin Saudi di Yaman dalam 12 jam terakhir. Tidak ada konfirmasi dari Arab Saudi.

Pada hari Minggu (4/10/2026), pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional mengatakan akan meluncurkan kampanye militer besar-besaran untuk merebut kembali semua wilayah negara yang dikuasai oleh Houthi yang didukung Iran. 

Baca Juga: OPEC+ Diproyeksi Pertahankan Target Produksi Minyak di Bulan November

Sementara itu, Aramco secara tak terduga memangkas harga minyak mentah Asia untuk bulan November ke level terendah dalam enam tahun.

OPEC+ menunda peninjauan yang akan menentukan kuota produksi minyak tahun 2027 untuk anggotanya setelah perang AS-Israel di Iran mengganggu proyek-proyek untuk memperluas kapasitas di seluruh Timur Tengah, sehingga perkiraan potensi produksi di masa depan menjadi tidak pasti, kata dua sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Di Eropa, Ukraina akan meningkatkan serangan terhadap kilang minyak Rusia, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kepada Reuters dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Sabtu.