KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang berakhirnya masa gencatan senjata di Timur Tengah, harga minyak mentah justru bergerak melemah. Pasar merespons rencana pengiriman delegasi Iran ke Islamabad, Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir. Melansir data Trading Economics pada Selasa (21/4) pukul 14.56 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,39% secara harian ke level US$ 86,20 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent terkoreksi 1,01% ke posisi US$ 94,51 per barel.
Baca Juga: Cek Prospek Astra Otoparts (AUTO) Usai Raih Kenaikan Laba pada Awal Tahun 2026 Girta Putra Yoga, Research and Development ICDX menilai pergerakan harga minyak saat ini masih didorong oleh risiko geopolitik, khususnya konflik Iran yang berdampak pada gangguan pasokan global akibat aksi saling blokade di jalur pengiriman utama. "Selain itu, indikator lain yang dipantau termasuk kelanjutan negosiasi damai AS - Iran terutama setelah berakhirnya jangka waktu gencatan senjata pada 22 April," ujar Girta kepada Kontan, Selasa (21/4/2026). Ia menambahkan, sentimen yang turut memengaruhi antara lain perkembangan konflik Israel - Lebanon, kebijakan terkait output OPEC+ serta pertumbuhan permintaan di negara importir utama seperti China dan India Dalam jangka pendek, Girta menilai peluang penguatan harga minyak masih terbuka, mengingat risiko geopolitik sebagai katalis utama belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Secara teknikal, dalam jangka pendek harga minyak diperkirakan menghadapi level resistance di kisaran US$ 95 hingga US$ 100 per barel. Namun, jika muncul sentimen negatif, harga berpotensi terkoreksi menuju level support di rentang US$ 75 hingga US$ 80 per barel. Adapun, untuk level resistance terdekat kemungkinan akan berada di kisaran harga US$ 95 - US$ 100 per barel dalam jangka pendek. Namun, apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menemui level support di kisaran harga US$ 80 - US$ 75 per barel. Melihat kondisi tersebut, volatilitas harga minyak dinilai masih tinggi sehingga membuka peluang bagi investor untuk memanfaatkan pergerakan jangka pendek.
Baca Juga: Beda Arah Pergerakan Harga Emas Antam dan Emas Dunia, Ini Penyebabnya "Bagi investor yang cermat dalam menilai perkembangan situasi di pasar energi, maka ada potensi trading opportunity dalam situasi tersebut," kata Girta. Girta memberikan tips bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk mulai bertransaksi komoditas minyak mentah agar memastikan transaksi melalui pialang resmi yang telah teregulasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News