Harga Minyak Melonjak 7% Tembus US$100 Senin (13/4) Pagi, Dipicu Blokade AS ke Iran



KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 7% hingga menembus level US$100 per barel pada awal perdagangan Senin (13/4/2026) pagi.

Seiring rencana Amerika Serikat (AS) memblokade jalur pelayaran menuju Iran melalui Selat Hormuz, setelah negosiasi damai antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Baca Juga: Bursa Australia Turun Senin (13/4) Pagi Usai Negosiasi AS-Iran Gagal


Melansir Reuters, minyak mentah Brent tercatat naik US$6,71 atau 7,05% menjadi US$101,91 per barel pada pukul 01.04 GMT, setelah sebelumnya ditutup turun 0,75% pada Jumat.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak US$7,59 atau 7,86% ke level US$104,16 per barel, usai melemah 1,33% pada sesi sebelumnya.

Kepala riset energi MST Marquee Saul Kavonic menyebut, kondisi pasar kini kembali seperti sebelum gencatan senjata, namun dengan tambahan tekanan dari rencana AS yang akan membatasi aliran minyak Iran hingga 2 juta barel per hari melalui Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, meningkatkan tensi setelah perundingan panjang dengan Iran gagal mengakhiri konflik.

Baca Juga: Trump Serang Paus Leo, Kritik Keras Soal Kejahatan dan Kebijakan Luar Negeri

Langkah ini juga berpotensi menggagalkan gencatan senjata rapuh yang baru berjalan dua pekan.

Trump juga mengakui harga minyak dan bahan bakar kemungkinan akan tetap tinggi hingga pemilu paruh waktu November mendatang, menandakan adanya risiko dampak politik dari konflik yang telah berlangsung selama enam minggu tersebut.

Komando Pusat Militer AS atau United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade akan mulai diberlakukan pada pukul 10.00 waktu AS (14.00 GMT) pada Senin.

Kebijakan ini akan diterapkan terhadap seluruh kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, baik di Teluk Arab maupun Teluk Oman.

Meski demikian, AS menegaskan tidak akan menghambat kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Lebih 1% Senin (13/4) Pagi, Tertekan Dolar AS

Analis pasar IG Tony Sycamore menilai, langkah ini secara efektif akan menekan ekspor minyak Iran dan mendorong sekutu serta pelanggan Teheran untuk menekan pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan direspons secara tegas.

Data pelayaran menunjukkan, meskipun situasi masih buntu, tiga kapal tanker super bermuatan penuh berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, menjadi pengiriman pertama sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pekan lalu.

Namun, menjelang penerapan blokade, sejumlah kapal tanker minyak dilaporkan mulai menghindari jalur tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi mengumumkan telah memulihkan kapasitas penuh penyaluran minyak melalui pipa East-West hingga sekitar 7 juta barel per hari, beberapa hari setelah sektor energinya terdampak serangan dalam konflik Iran.