Harga Minyak Melonjak 9%, Uni Eropa Klaim Pasokan Masih Stabil



KONTAN.CO.ID - BRUSEL. Komisi Eropa menyatakan tidak memperkirakan konflik yang semakin meluas di Timur Tengah akan berdampak langsung terhadap keamanan pasokan minyak Uni Eropa dalam waktu dekat.

Dalam email yang dikirim kepada pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa dan dilihat oleh Reuters pada Senin (2/3), Komisi menegaskan, “Pada tahap ini, kami tidak memperkirakan adanya dampak langsung terhadap keamanan pasokan minyak (security of supply/SOS).”

Pernyataan tersebut muncul setelah harga minyak dunia melonjak hingga 9% pada hari yang sama. Kenaikan tajam ini dipicu oleh terganggunya pelayaran di Selat Hormuz akibat serangan balasan Iran. Serangan tersebut dilakukan setelah pemboman awal oleh Israel dan Amerika Serikat yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.


Baca Juga: Pajak Orang Kaya Amerika, Mengapa Miliarder Bayar Lebih Rendah dari Pegawai?

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global, dengan lebih dari 20% pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut. Gangguan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran pasar dan lonjakan harga.

Meski demikian, Komisi Eropa meminta negara-negara anggota untuk segera membagikan penilaian masing-masing terkait kondisi keamanan pasokan minyak nasional mereka. Brussels juga mempertimbangkan untuk menggelar pertemuan virtual kelompok koordinasi minyak Uni Eropa pada akhir pekan ini.

Kelompok tersebut berfungsi memfasilitasi koordinasi antar perwakilan pemerintah negara-negara anggota jika terjadi gangguan pasokan minyak.

Sejumlah analis memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan, seiring pelaku pasar mengevaluasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan global, khususnya arus distribusi melalui Selat Hormuz.

Hingga berita ini diturunkan, juru bicara Komisi Eropa belum memberikan tanggapan resmi tambahan atas permintaan komentar.