Harga Minyak Melonjak, Goldman Sachs Prediksi Brent Tembus US$100



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak global diperkirakan tetap bergerak volatil dalam waktu dekat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bank investasi global Goldman Sachs memperkirakan harga minyak mentah jenis Brent crude oil akan rata-rata berada di atas US$100 per barel pada Maret 2026.

Dalam laporan terbarunya pada Jumat (13/3/2026), Goldman Sachs menyebutkan bahwa lonjakan harga energi dipicu oleh konflik Iran serta kerusakan pada infrastruktur energi di Timur Tengah. Selain itu, gangguan pengiriman energi melalui Selat Hormuz turut memperparah ketidakpastian pasokan global.

Sebagai informasi, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Mei diperdagangkan di level US$100,13 per barel pada pukul 05.30 GMT. Harga tersebut menempatkan Brent di jalur kenaikan sekitar 8% dalam sepekan terakhir.


Bahkan pada awal pekan ini, tepatnya Senin (10/3/2026), harga Brent sempat melonjak hingga US$119,50 per barel. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak pertengahan 2022.

Baca Juga: AS Selidiki 60 Negara Terkait Dugaan Praktik Perdagangan Tidak Adil dan Kerja Paksa

Meski demikian, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak berpotensi mereda secara bertahap pada paruh kedua tahun ini. Dalam skenario dasar, harga Brent diproyeksikan kembali ke kisaran rendah US$70 per barel menjelang akhir tahun.

Namun demikian, risiko kenaikan harga tetap terbuka apabila gangguan terhadap aliran minyak berlangsung lebih lama dari perkiraan. Dalam kondisi tersebut, harga minyak bisa mencapai puncak yang lebih tinggi dan menutup tahun pada level yang lebih mahal.

Goldman Sachs juga memodelkan skenario jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung selama dua bulan. Jalur pelayaran strategis ini secara efektif tertutup sejak pecahnya perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026.

Padahal, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia melewati Selat Hormuz. Jika gangguan berlangsung selama dua bulan, Goldman Sachs memperkirakan rata-rata harga Brent pada kuartal IV 2026 bisa naik menjadi sekitar US$93 per barel, dari sebelumnya proyeksi US$71 per barel.

Baca Juga: Fitch Naikkan Proyeksi Harga Logam dan Komoditas Tambang untuk 2026, Cek Datanya!

Di sisi lain, Goldman Sachs baru-baru ini juga merevisi naik proyeksi harga minyak untuk kuartal IV 2026. Bank investasi tersebut menaikkan perkiraan harga Brent menjadi US$71 per barel dari sebelumnya US$66 per barel.

Sementara itu, proyeksi harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga dinaikkan menjadi US$67 per barel, dari sebelumnya US$62 per barel.

Kenaikan proyeksi ini mencerminkan meningkatnya risiko geopolitik yang dapat mengganggu stabilitas pasokan energi global, khususnya dari kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.