KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di awal pekan. Pasar energi bereaksi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal damai terbaru dari Iran, sehingga harapan meredanya konflik di Timur Tengah kembali pupus. Ketegangan geopolitik itu membuat jalur vital Selat Hormuz masih terganggu dan pasokan minyak global tetap ketat. Melansir Bloomberg (11/5), pada perdagangan Senin (11/5) sore waktu Asia, harga minyak Brent naik 4,19% ke level US$ 105,53 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,83% ke US$ 105,53 per barel. Lonjakan harga terjadi setelah Trump menyebut respons Iran terhadap proposal perdamaian dari Washington sebagai totally unacceptable. Pernyataan itu memicu kekhawatiran bahwa konflik yang sudah berlangsung sekitar 10 pekan akan berlanjut lebih lama dari perkiraan.
Harga Minyak Melonjak: Ini Pemicu Konflik Timur Tengah Memanas Lagi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di awal pekan. Pasar energi bereaksi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal damai terbaru dari Iran, sehingga harapan meredanya konflik di Timur Tengah kembali pupus. Ketegangan geopolitik itu membuat jalur vital Selat Hormuz masih terganggu dan pasokan minyak global tetap ketat. Melansir Bloomberg (11/5), pada perdagangan Senin (11/5) sore waktu Asia, harga minyak Brent naik 4,19% ke level US$ 105,53 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,83% ke US$ 105,53 per barel. Lonjakan harga terjadi setelah Trump menyebut respons Iran terhadap proposal perdamaian dari Washington sebagai totally unacceptable. Pernyataan itu memicu kekhawatiran bahwa konflik yang sudah berlangsung sekitar 10 pekan akan berlanjut lebih lama dari perkiraan.
TAG: