Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2% Usai Iran Serang Pangkalan AS



KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (28/5/2026), setelah Garda Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat sebagai respons atas serangan AS sebelumnya di kota pelabuhan Bandar Abbas.

Harga minyak mentah Brent naik US$ 2,38 atau 2,52% menjadi US$ 96,67 per barel pada pukul 08.45 GMT (15:45 WIB). Sementara kontrak Brent Agustus yang lebih aktif diperdagangkan naik US$ 2,45 atau 2,66% menjadi US$ 94,70 per barel. Adapun kontrak Juli akan berakhir pada Jumat.

Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik US$ 2,24 atau 2,53% menjadi US$ 90,92 per barel.


Sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut sempat anjlok lebih dari 5% dan menyentuh level terendah dalam satu bulan pada sesi sebelumnya. Penurunan itu dipicu harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: Rusia Teken Perjanjian Pembangunan PLTN di Kazakhstan

Namun, beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan bahwa dirinya hampir mencapai kesepakatan kompromi dengan Teheran, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan udara AS.

Pernyataan itu muncul setelah militer AS melancarkan serangan terhadap operasi drone Iran di dekat Selat Hormuz, menurut seorang pejabat Washington.

"Pertukaran serangan udara tampaknya menjadi bagian dari bahasa negosiasi," ujar analis PVM Oil Association, John Evans.

"Selama masih ada keyakinan bahwa kesepakatan akan tercapai, harga minyak akan bergerak turun hingga pada akhirnya penurunan persediaan minyak global mulai terasa dan kembali mengingatkan pasar bahwa lebih dari satu miliar barel minyak tertahan di jalur sempit Hormuz," lanjutnya.

Baca Juga: Penjualan Toyota Turun Tiga Bulan Beruntun, Tertekan Pasar China dan Timur Tengah

Data pelayaran dari LSEG dan Kpler menunjukkan dua kapal supertanker dan satu kapal tanker gas alam cair (LNG) keluar dari Selat Hormuz awal pekan ini dengan transponder dimatikan, dan saat ini menuju India serta China.

Sementara itu di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah turun 2,8 juta barel pada pekan lalu. Penurunan ini menjadi penurunan mingguan keenam berturut-turut berdasarkan data American Petroleum Institute (API).

Data resmi persediaan minyak dari U.S. Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan dirilis pada Kamis, sehari lebih lambat dari biasanya karena libur Memorial Day pada Senin lalu.