Harga minyak menguat 1% setelah Arab Saudi tambah pemangkasan produksi 1 juta barel



KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Harga minyak mentah berjangka kembali rebound di perdagangan awal hari ini (12/5). Sentimen utama datang berkat komitmen tak terduga dari Arab Saudi yang memperdalam pengurangan produksi untuk bulan Juni guna membantu pengeringan banjir pasokan. 

Selasa (12/5), pukul 07.45 WIb, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Juli 2020 di ICE Futures naik 0,9% ke level tertinggi US$ 30,11 per barel. Posisi ini mengembalikan sebagian dari pelemahan yang terjadi pada sesi sebelumnya, di mana harga minyak benchmark ini anjlok US$ 1,34.

Serupa, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juni 2020 di Nymex juga naik 1%, atau 24 sen ke US$ 24,38 per barel, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi di US$ 24,77 per barel.


Baca Juga: Harga minyak ditutup melemah setelah kekhawatiran gelombang kedua corona merebak

Suntikan tenaga bagi harga minyak muncul setelah Arab Saudi mengatakan, pihaknya akan meminta Saudi Aramco untuk menambah pemangkasan produksi hingga 1 juta barel per hari (bph) pada Juni. Artinya di bulan depan, total pemangkasan produksi yang dilakukan Saudi Aramco mencapai 7,5 juta berl per hari, turun hampir 40% dari produksi bulan April.

"Pengurangan dalam produksi ini memberikan posisi yang sangat baik untuk mendorong anggota OPEC+ lainnya guna mematuhi dan bahkan menawarkan pemotongan tambahan secara sukarela yang dapat mempercepat tindakan penyeimbangan kembali pasar minyak global," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di AxiCorp.

Selain Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait juga berkomitmen untuk memangkas produksi lebih lanjut dan berjanji untuk memangkas 180.000 barel per hari. 

Editor: Anna Suci Perwitasari