Harga minyak mentah melonjak 1,1% usai operator pipa bahan bakar AS diserang hacker



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah kompak menguat di awal pekan ini. Sentimen yang menopang pergerakan minyak datang setelah di akhir pekan lalu, serangan siber membuat jalur pipa bahan bakar di Amerika Serikat (AS) tidak berfungsi.

Senin (10/5) pukul 07.45 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Juni 2021 menguat 1,1% ke level US$ 65,59 US$ per barel.

Di saat yang sama, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli 2021 menguat 1,1% menjadi US$ 69,02 per barel.


Penguatan harga minyak terjadi karena Colonial Pipeline Co, pemasok utama bensin, solar dan bahan bakar jet di wilayah bagian timur AS harus menghentikan operasinya pada Jumat (7/5) karena mendapat serangan siber. 

Dalam pernyataannya pada Minggu (9/5), Colonial masih mengembangkan rencana untuk kembali memulai operasional seperti semula. 

Baca Juga: Diserang hacker, operator pipa bahan bakar terbesar di AS berhenti beroperasi

Karena hal ini, para pedagang mulai mengalihkan pembelian dengan mencari kargo dari Eropa dan Asia demi mengantarkan pasokan bahan bakar yang seharusnya menggunakan jalur pipa Colonial Pipeline. 

"Untuk saat ini, pasar memberikan keuntungan dengan keraguan bahwa ini akan diselesaikan dalam waktu dekat," kata John Kilduff dari Again Capital LLC. 

Harga minyak diprediksi akan terus menguat seiring dengan musim berkendara jelang musim panas. Namun, dengan adanya gangguan pada jaringan pipa milik Colonial Pipeline ini, diprediksi akan ada penumpukan bahan bakar karena tak dapat disalurkan.

Padahal, saat ini persediaan bensin di AS telah mendekati level terendah dalam empat bulan. Sedangkan persediaan solar hanya sedikit di atas rata-rata lima tahun untuk periode tahun ini.

Selanjutnya: Bagaimana nasib IHSG setelah libur Lebaran? Simak prediksi 2 analis ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari