Harga minyak mentah naik 5% gara-gara data pekerjaan AS dan rencana pertemuan OPEC+



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak mentah dunia naik pada hari Jumat (5/6), setelah penurunan tak terduga tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) pada Mei. Selain itu keputusan OPEC untuk meneruskan pembicaraan pada Sabtu tentang kelanjutan pengurangan produksi jadi katalisnya.

Minyak mentah Brent naik US$ 2,07 atau 5,2%, pada US$ 42,07 per barel pada 11:05 waktu setempat (1505 GMT). Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,65 atau 4,4% menjadi US$ 39,02 per barel.

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penurunan mengejutkan tingkat pengangguran menjadi 13,3% bulan lalu dari 14,7% pada bulan April.


Baca Juga: OPEC+ kembali bertemu di akhir pekan, harga minyak mentah kembali meroket

Minyak Brent telah naik 17% sejak Jumat untuk mencapai level tertinggi tiga bulan, dalam kisaran yang lebih nyaman bagi produsen seperti Rusia. Kontrak minyak Brent naik lebih dari dua kali lipat sejak mencapai level terendah US$ 15,98 per barel pada 22 April. Sementara, minyak WTI naik 11%.

Kedua tolok ukur harga minyak itu menuju kenaikan minggu keenam, terangkat oleh penurunan produksi dan tanda-tanda peningkatan permintaan bahan bakar karena negara-negara mengurangi pembatasan yang diberlakukan untuk melawan wabah virus corona.

"OPEC dan penurunan pengangguran AS mendorong pasar," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

"Jika kita melihat permintaan bahan bakar jet pulih, itu mungkin memberi harapan bahwa kita dapat melihat ke depan pada hari di mana pasokan ini dapat berkurang," kata Flynn, menunjuk pada pengumuman American Airlines Group Inc pada hari Kamis yang akan meningkatkan penerbangan AS pada Juli.

Di sisi lain, Kementerian energi Rusia mengatakan konferensi video OPEC +, akan diadakan pada hari Sabtu.

Baca Juga: Harga minyak kembali terkoreksi, investor menanti keputusan pemangkasan pasokan OPEC

OPEC + telah mengatakan akan mengedepankan pertemuan, yang telah dijadwalkan minggu depan, jika Irak dan yang lainnya setuju untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengurangan pasokan.

Dua sumber OPEC + mengatakan Arab Saudi dan Rusia telah sepakat untuk memperpanjang pemotongan lebih dalam hingga akhir Juli, tetapi mengatakan Riyadh juga mendorong untuk memperpanjangnya hingga akhir Agustus.

Jika OPEC + gagal untuk menyetujui pembatasan produksi, penurunan dapat turun menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember seperti yang disepakati sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto