KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak naik tipis pada perdagangan awal hari ini karena investor mempertimbangkan penarikan besar-besaran persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan penundaan kenaikan produksi oleh produsen OPEC+ terhadap data ketenagakerjaan AS yang beragam. Jumat (6/9) pukul 08.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2024 naik 19 sen atau 0,26% menjadi US$ 72,88 per barel. Sejalan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2024 naik 22 sen atau 0,32% ke US$ 69,37 per barel.
"Minyak mentah naik tipis karena sinyal bullish mengimbangi sentimen bearish yang telah mencengkeram pasar dalam beberapa hari terakhir," kata analis ANZ Daniel Hynes, seraya menambahkan bahwa dolar yang lebih lemah juga mendukung harga komoditas. Brent ditutup turun 1 sen pada penutupan terendah sejak Juni 2023 pada hari Kamis (5/9) dan WTI turun 5 sen ke penutupan terendah sejak Desember 2023 setelah data menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun ke level terendah satu tahun minggu lalu. Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bertahan di Level Terendah 14 Bulan pada Kamis (5/9) Stok minyak mentah turun 6,9 juta barel menjadi 418,3 juta barel minggu lalu dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penarikan 993.000 barel.