KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina melakukan strategi untuk menjaga pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya BBM non-subsidi di tengah kenaikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP). Sebagai informasi, pada Senin (12/10/2026), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga ICP sebesar US$ 112,81 per barel pada September 2026. Di level ini, ICP naik US$ 23,38 atau sekitar 26% dari Agustus 2026 yang sebesar US$ 89,43 per barel. Kenaikan harga ICP yang dipengaruhi oleh dinamika ketersediaan minyak mentah global juga dikhawatirkan berisiko mengerek harga BBM non-subsidi.
Harga Minyak Mentah RI Naik, Ini Strategi Pertamina Jaga Stok dan Harga BBM
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina melakukan strategi untuk menjaga pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya BBM non-subsidi di tengah kenaikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP). Sebagai informasi, pada Senin (12/10/2026), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga ICP sebesar US$ 112,81 per barel pada September 2026. Di level ini, ICP naik US$ 23,38 atau sekitar 26% dari Agustus 2026 yang sebesar US$ 89,43 per barel. Kenaikan harga ICP yang dipengaruhi oleh dinamika ketersediaan minyak mentah global juga dikhawatirkan berisiko mengerek harga BBM non-subsidi.
TAG: