JAKARTA. Kekhawatiran akan melambatnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan China menyurutkan harga minyak mentah dunia. Melambatnya pertumbuhan ekonomi kedua negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia ini dinilai bakal memangkas permintaan minyak.Hingga pukul 12.50 WIB, minyak mentah untuk pengiriman Agustus 2010 di Pasar NYMEX-AS terus merosot hingga menyentuh level US$ 74,92 per barel. Padahal, di awal pekan (28/6), harga emas hitam ini masih bertengger di US$ 78,25 per barel. Koreksi harga minyak terjadi menyusul laporan melambatnya angka penyerapan tenaga kerja AS selama bulan lalu. Data ADP Employer Services kemarin, menyebut penyerapan tenaga kerja di sektor swasta hanya 13.000, di bawah estimasi ekonom yaitu 60.000.Disusul, ekpektasi peningkatan suplai bensin 537.000 barel menjadi 218,1 juta barel per pekan yang berakhir 25 Juni."Ada banyak kekhawatiran terkait laju pemulihan ekonomi AS. Beberapa data Amerika menunjukkan melemah dari ekspektasi. " kata David Moore, analis komoditi di Commonwealth Bank of Australia Ltd di Sydney, seperti dikutip Bloomberg, hari ini. Di sisi lain, data Federation of Logistics and Purchasing menunjukkan menurunnya ekspansi manufaktur China dari 53,9 menjadi 52,1 pada Juni ini akibat langkah pemerintah yang menahan inflasi.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Harga Minyak Mentah Surut ke US$ 74 per barel
JAKARTA. Kekhawatiran akan melambatnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan China menyurutkan harga minyak mentah dunia. Melambatnya pertumbuhan ekonomi kedua negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia ini dinilai bakal memangkas permintaan minyak.Hingga pukul 12.50 WIB, minyak mentah untuk pengiriman Agustus 2010 di Pasar NYMEX-AS terus merosot hingga menyentuh level US$ 74,92 per barel. Padahal, di awal pekan (28/6), harga emas hitam ini masih bertengger di US$ 78,25 per barel. Koreksi harga minyak terjadi menyusul laporan melambatnya angka penyerapan tenaga kerja AS selama bulan lalu. Data ADP Employer Services kemarin, menyebut penyerapan tenaga kerja di sektor swasta hanya 13.000, di bawah estimasi ekonom yaitu 60.000.Disusul, ekpektasi peningkatan suplai bensin 537.000 barel menjadi 218,1 juta barel per pekan yang berakhir 25 Juni."Ada banyak kekhawatiran terkait laju pemulihan ekonomi AS. Beberapa data Amerika menunjukkan melemah dari ekspektasi. " kata David Moore, analis komoditi di Commonwealth Bank of Australia Ltd di Sydney, seperti dikutip Bloomberg, hari ini. Di sisi lain, data Federation of Logistics and Purchasing menunjukkan menurunnya ekspansi manufaktur China dari 53,9 menjadi 52,1 pada Juni ini akibat langkah pemerintah yang menahan inflasi.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News