Harga Minyak Mentah Tergelincir, Brent ke US$ 98,63 dan WTI ke US$ 92,89



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak tergelincir pada hari Selasa (2/8) karena investor menyerap prospek permintaan bahan bakar yang suram dengan data yang menunjukkan penurunan manufaktur global. Pekan ini, negara produsen minyak OPEC+ bertemu untuk memutuskan apakah akan meningkatkan pasokannya.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$ 1,40 atau 1,4% menjadi US$ 98,63 per barel pada 0817 GMT. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun US$ 1,00 atau 1,1% menjadi US$ 92,89.

Survei menunjukkan pada hari Senin bahwa pabrik-pabrik di seluruh Amerika Serikat, Eropa dan Asia berjuang untuk momentum pada bulan Juli karena lesunya permintaan global dan pembatasan ketat Covid-19 di China memperlambat produksinya.


Sebelumnya, harga minyak melonjak lebih awal pada 2022, dengan Brent pada Maret mendekati level tertinggi sepanjang masa di US$147 per barel setelah invasi Rusia ke Ukraina menambah kekhawatiran pasokan.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Anjlok 4%, Data Manufaktur Global Picu Kekhawatiran Permintaan

Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan telah melampaui pasokan yang ketat."Momentum kenaikan harga minyak secara bertahap memudar," kata analis di Haitong Futures.

"Begitu situasi penawaran dan permintaan menunjukkan tanda-tanda penurunan lebih lanjut, minyak kemungkinan akan memimpin penurunan di antara komoditas."

Fokus minggu ini adalah pertemuan pada hari Rabu antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, untuk memutuskan apakah akan meningkatkan produksi pada bulan September.

Dua dari delapan sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters bahwa kenaikan moderat untuk September akan dibahas, sementara sisanya mengatakan produsen kemungkinan akan mempertahankan produksi stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto