Harga Minyak Mentah Terus Turun, Brent ke US$ 91,38 dan WTI ke US$ 83,88



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minyak memperpanjang penurunan pada hari Kamis (17/11). Ketegangan geopolitik sedikit mereda dan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di China menambah kekhawatiran atas permintaan di importir minyak mentah terbesar dunia.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$ 1,48 atau 1,6% menjadi US$ 91,38 per barel pada 1310 GMT. Sedangkan, harga Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun US$ 1,71 atau 2%, menjadi US$ 83,88.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Lanjut Melemah, Brent dan WTI Turun 0,7% di Pagi Ini


Polandia dan NATO pada hari Rabu mengatakan sebuah rudal yang jatuh kemungkinan ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia, meredakan kekhawatiran perang antara Rusia dan Ukraina yang menyebar melintasi perbatasan.

"Sepertinya kita tidak melihat eskalasi langsung dari Rusia dan itu untuk sementara menghilangkan beberapa risiko pasokan jangka pendek," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Di sisi lain, kekhawatiran tentang lemahnya permintaan di China juga membebani pasar setelah negara itu melaporkan peningkatan infeksi Covid-19 setiap hari.

Reuters melaporkan, penyulingan China telah meminta untuk mengurangi volume minyak mentah Saudi pada bulan Desember dan juga memperlambat pembelian minyak mentah Rusia.

"Konsumsi China yang berjuang diwujudkan dalam kebutuhan domestik yang tenggelam untuk minyak mentah Rusia dan Saudi," kata Tamas Varga dari broker minyak PVM.

Sementara beban kasus Covid-19 China kecil dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, China mempertahankan kebijakan ketat untuk meredam wabah sebelum menyebar, sehingga mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak memperoleh beberapa dukungan dari angka resmi bahwa stok minyak mentah AS turun lebih besar dari yang diharapkan 5 juta barel dalam minggu terakhir.

Pasokan juga mengetat pada November karena OPEC dan sekutunya, yang dikenal secara kolektif sebagai OPEC+, menerapkan kontrol output terbaru mereka untuk mendukung pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto