Harga minyak menuju kenaikan minggu keempat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minyak mentah west texas intermediate (WTI) melanjutkan kenaikan harga setelah menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Adanya sinyal bahwa OPEC setuju melanjutkan pembatasan pasokan menjadi sentimen pendorong kenaikan minyak.

Mengutip Bloomberg, Jumat (3/11) pukul 17.56 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Desember 2017 di New York Mercantile Exchange menguat 0,50% ke level US$ 54,81 per barel dibanding sehari sebelumnya. Minyak menuju kenaikan di minggu keempat.

Irak sebagai produsen terbesar kedua OPEC mendukung perpanjangan waktu pembatasan produksi hingga sembilan bulan lagi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perminyakan Irak, Jabbar al-Luaibi di Bagdad. Sementara menteri dari Arab Saudi dan Kuwait menyatakan perpanjangan pembatasan produksi diperlukan meski dalam konsensus belum diputuskan mengenai lama waktu perpanjangannya.


Harga minyak telah menguat lebih dari 15% sejak awal September di tengah sinyal ketatnya pasokan global serta kemungkinan OPEC dan rekanannya akan memperpanjang kesepakatan pembatasan produksi minyak yang berakhir Maret 2018. Namun demikian, menurut Menteri Energi Rusia Alexander Novak, keputusan perpanjangan ini belum pasti.

"Saya pikir ini adalah kesepakatan yang sudah disetujui. Satu-satunya isu yang dibahas adalah apakah mereka akan memperpanjang selama enam bulan atau sembilan bulan," kata Fereidun Fesharaki, Pendiri dan Ketua Konsultan Industri Energi FGE, dalam sebuah wawancara TV Bloomberg.

Pada Kamis (2/11) harga minyak WTI menyentuh level US$ 54,54 per barel atau level penutupan tertinggi sejak Juli 2015. Pernyataan sejumlah petinggi OPEC membuka kemungkinan kelompok tersebut akan memperpanjang pembatasna produksi dalam pertemuan di Wina bulan ini.

Namun Al-Luaibi mengatakan, OPEC tidak membahas pemangkasan lebih dalam. Sementara menurut Menteri Minyak Arab, Khalid Al-Falih, stok minyak global menurun dan permintaan meningkat, masih ada penurunan persediaan yang signifikan di pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati