KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah naik hampir 1% di awal perdagangan Asia pada awal pekan ini. Sentimen harga minyak didukung oleh lebih rendahnya ekspor dari Rusia dan karena serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak. Senin (18/12) pukul 08.00 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Februari 2024 naik 69 sen atau 0,9% menjadi US$ 77,24 per barel. Sejalan, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Januari 2024 menguat 65 sen atau 0,9% ke US$ 72,08 per barel.
“Cuaca buruk di Rusia berperan dalam penguatan pagi ini seperti halnya serangan Houthi terhadap kapal-kapal di dekat Yaman,” kata analis IG Tony Sycamore. Minggu (17/12), Rusia mengatakan akan memperdalam pengurangan ekspor minyak pada bulan Desember sebesar 50.000 barel per hari atau lebih, lebih awal dari yang dijanjikan, ketika eksportir terbesar dunia mencoba untuk mendukung harga minyak global. Baca Juga: Harga Minyak Dunia di Jalur Kenaikan Mingguan Pertama dalam 2 Bulan Terakhir Hal ini terjadi setelah Moskow menangguhkan sekitar dua pertiga pemuatan minyak mentah kelas ekspor utama Ural dari pelabuhan karena badai dan pemeliharaan terjadwal pada hari Jumat (15/12). Perusahaan pelayaran, termasuk perusahaan pelayaran kontainer terbesar di dunia MSC dan A.P. Moller-Maersk mengatakan pada akhir pekan bahwa mereka akan menghindari Terusan Suez ketika militan Houthi di Yaman meningkatkan serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah.