Harga Minyak Naik karena Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah di Tengah Kebuntuan Perang



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak naik pada hari ini di tengah kekhawatiran kebuntuan perang AS-Israel melawan Iran akan terus mengganggu pasokan dari wilayah produsen utama di Timur Tengah dan memperketat pasokan global.

Kamis (20/8/2026) pukul 13.50 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober naik 35 sen atau 0,38% menjadi US$ 91,97 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2026 naik 17 sen menjadi US$ 86,00 per barel. Dengan harga WTI kontrak pengiriman Oktober 2026 yang lebih aktif, menguatkan 38 sen atau 0,45%, menjadi US$ 84,77 per barel.


Baik patokan Brent maupun WTI naik untuk sesi kelima berturut-turut pada hari Kamis, setelah menetap pada hari Rabu di level tertinggi sejak 24 Juli. Kontrak WTI bulan September akan berakhir pada hari Kamis nanti.

Baca Juga: Bos Evergrande Dihukum Seumur Hidup, Begini Akhir Kisah Orang Terkaya Asia

“Harga minyak tetap tinggi karena pasar didukung oleh serangan sporadis di Timur Tengah namun tidak memiliki momentum baru tanpa adanya eskalasi besar,” kata Hiroyuki Kikukawa, kepala strategi Nissan Securities Investment, sebuah unit dari Nissan Securities.

“Pasar kemungkinan akan mempertahankan tren kenaikan bertahap mengingat ketidakpastian atas perundingan perdamaian dan ketegangan yang melibatkan Uni Emirat Arab, Oman, dan Iran,” tambahnya.

Keputusan UEA untuk menangguhkan semua transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut telah memfokuskan kembali sorotan pada hubungan buruk antara produsen minyak utama Teluk Arab dan Iran.

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan dengan Iran dan Selat Hormuz terbuka. Namun Iran mengatakan jalur air tersebut tetap ditutup.

Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz pada hari Rabu tidak berubah dari sehari sebelumnya karena diskusi untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran masih menemui jalan buntu, menurut data pelayaran terbaru.

Sebelum perang yang dimulai pada tanggal 28 Februari, pengiriman yang setara dengan seperlima konsumsi global dilakukan melalui jalur air. Arus yang mengalir jauh di bawah tingkat sebelum perang.

Baca Juga: SK Hynix Bakal Bayar 60% Bonus Karyawan dalam Bentuk Saham

Perang juga berdampak pada pasokan bahan bakar olahan dan berkurangnya persediaan minyak mentah yang tersedia bagi penyulingan.

Stok bahan bakar sulingan AS, termasuk solar dan minyak pemanas, turun minggu lalu untuk minggu ketiga, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Rabu.

Namun, persediaan minyak mentah naik sebesar 4,4 juta barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus,  dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebesar 600.000 barel.