KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak reli dan melonjak lebih dari 2% pada hari ini, setelah serangan baru terhadap energi dan infrastruktur sipil Arab Saudi serta serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk menambah kekhawatiran pasokan menyusul penutupan pipa minyak utama Saudi. Senin (14/9/2026) pukul 14.15 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 naik US$ 2,11 atau 2,02%, menjadi US$ 106,72 per barel. Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 melonjak US$ 2,10 atau 2,1%, menjadi US$ 102,15 per barel.
“Hal ini menyusul peningkatan serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi, termasuk menargetkan pipa timur-barat yang penting,” kata ahli strategi komoditas ING, meskipun mencatat bahwa tidak jelas seberapa parah potensi kerusakan atau berapa lama pipa tersebut akan berhenti beroperasi.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Ditutup Merosot Hari Ini, Terseret Kekhawatiran Masa Depan AI Pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi ditutup sementara setelah serangan pesawat tak berawak, menurut pejabat Arab Saudi. Penutupan jalur pipa, yang membantu Arab Saudi menghindari Selat Hormuz dan mengalihkan rute ekspornya, mengancam hingga 4% pasokan minyak global. Dengan tidak berfungsinya saluran pipa, Yanbu memiliki persediaan yang cukup untuk menutupi ekspor selama lima hingga tujuh hari, menurut tiga sumber industri yang mengetahui ekspor Arab Saudi. Media negara Arab Saudi pada hari Minggu merilis rekaman video kerusakan rumah dan masjid akibat serangan Houthi di provinsi Jazan di selatan negara itu. Kelompok Houthi mengatakan mereka juga menyerang pangkalan militer Arab Saudi di provinsi tetangga. Sementara itu, sebuah kapal di Selat Hormuz terkena proyektil, menyebabkan kebakaran dan memaksa awak kapal dievakuasi, kata badan keamanan maritim Inggris UKMTO pada Minggu. Iran mengatakan satu orang tewas dan empat awak kapal komersial Iran terluka di lepas pantai. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman mencapai pulau strategis Perim pada hari Jumat, bergerak untuk memperketat kendali mereka atas selat Bab el-Mandeb, jalur transit minyak penting lainnya yang telah membawa 4%-5% pasokan global dalam beberapa bulan terakhir.
Minyak melonjak 8% lebih tinggi pada minggu lalu karena gangguan tersebut, naik di atas US$ 100 untuk pertama kalinya sejak bulan Juli.
Baca Juga: Kontrol Ekspor Cip Berpotensi Memangkas Investasi AI Global US$ 6 Triliun Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pada X pada hari Minggu, bahwa pertemuan yang dijadwalkan pada hari Senin di Oman antara negara-negara Teluk dan Iran untuk membahas Selat Hormuz telah ditunda. Tidak ada perundingan perdamaian yang diadakan mengenai perang tersebut, yang dilancarkan enam bulan lalu oleh Amerika Serikat dan Israel, sejak perjanjian sementara pada bulan Juni gagal.