Harga Minyak Rebound, Investor Pertimbangkan Prospek Permintaan China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali rebound pada perdagangan Senin (14/11) pagi. Pukul 07.00 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2022 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 89,78 per barel, naik 0,92% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 88,96 per barel.

Harga minyak kembali naik didorong pertimbangan investor tentang prospek permintaan minyak China di tengah pengetatan pasar menjelang musim dingin.

Mengutip Bloomberg, peningkatan konsumsi minyak mentah China dapat menyebabkan pengetatan pasar lebih lanjut. Apalagi, sanksi pembatasan aliran minyak Rusia oleh Uni Eropa akan mulai berlaku bulan depan, sementara OPEC+ juga akan memangkas pasokan.


Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 3% Didorong Pelonggaran Pembatasan Covid-19 oleh China

Di sisi lain, paket penyelamatan pasar properti China di tengah pelonggaran pembatasan Covid-19 diyakini akan mendorong rebound permintaan minyak.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, sangat mungkin sanksi Uni Eropa akan memaksa Rusia untuk menawarkan sebagian minyak mentahnya dengan harga yang ditetapkan oleh AS dan sekutunya, untuk mencegah penutupan pasokan.

Asal tahu saja, Eropa akan memberlakukan larangan impor minyak Rusia melalui laut pada 5 Desember 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi