Harga minyak sepekan naik di atas 1%



JAKARTA. Minyak mencatat kenaikan dalam sepekan setelah pasokan minyak Amerika Serikat (AS) turun dari level tertingginya. Di sisi lain, anggota OPEC yakni Arab Saudi menyatakan siap untuk melanjutkan pembatasan produksi minyak pada semester kedua tahun ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (17/3) pukul 18.18 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman April 2017 di New York Mercantile Exchange menguat 0,59% ke level US$ 49,04 per barel dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir harga minyak menanjak 1,13%.

Rilis data Energy Information Administration (EIA) Rabu (15/3) menunjukkan persediaan minyak AS pekan lalu turun untuk pertama kali sepanjang tahun ini. Sementara Menteri Minyak Arab Saudi Khalid Al-Falih menyatakan pemangkasan produksi dari OPEC dan beberapa produsen lain kemungkinan akan berlanjut hingga semester kedua jika stok global tetap berada di atas rata - rata lima tahun.


Pekan lalu, harga minyak menembus bawah US$ 50 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember 2016 karena kenaikan pasokan minyak AS. Di saat yang sama OPEC masih berjuang mengurangi pasokan global dengan melakukan pembatasan produksi. Tingkat kepatuhan kesepakatan pembatasan produksi sudah di atas 90%.

"Pemulihan harga dalam tahap ini masih rentan," kata Ole Sloth Hansen, Kepala Strategi Komoditas pada Saxo Bank A/S di Copenhagen, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (17/3).

"Pasar berhasil menemukan support di level kunci, setelah adanya sedikit penurunan pada pasokan minyak AS. Kita sepertinya akan melihat perpanjangan dari upaya pembatasan produksi jika tujuannya untuk membawa pasokan minyak global turun di bawah rata-rata lima tahun," imbuhnya.

Cadangan minyak AS pekan lalu turun 237.000 barel menjadi 528,2 juta barel. Stok minyak AS masih mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Sementara angka produksi naik di minggu keempat menjadi 9,1 juta barel atau tertinggi sejak Februari 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto