JAKARTA. Harga minyak mentah kembali melampaui US$ 90 per barel. Di pasar New York, Kamis (24/5) pukul 19:20 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Juli 2012 meningkat 0,75% menjadi US$ 90,57 per barel. Kebangkitan minyak tersulut tekad China yang berupaya menggenjot pertumbuhan ekonominya. Sehari sebelumnya (23/5), harga minyak tergelincir 2,1% menjadi US$ 89,90 per barel. Ini adalah level terendah harga minyak sejak 21 Oktober 2011. Sejatinya, harga minyak WTI telah tergerus 8,3% sepanjang tahun ini. Di sisi lain, kemarin, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Juli juga naik 0,39% menjadi US$ 105,90 per barel. China yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia akan menerapkan kebijakan mendukung pertumbuhan ekonomi akibat permintaan domestik menurun.
Harga minyak sulit melompat tajam
JAKARTA. Harga minyak mentah kembali melampaui US$ 90 per barel. Di pasar New York, Kamis (24/5) pukul 19:20 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Juli 2012 meningkat 0,75% menjadi US$ 90,57 per barel. Kebangkitan minyak tersulut tekad China yang berupaya menggenjot pertumbuhan ekonominya. Sehari sebelumnya (23/5), harga minyak tergelincir 2,1% menjadi US$ 89,90 per barel. Ini adalah level terendah harga minyak sejak 21 Oktober 2011. Sejatinya, harga minyak WTI telah tergerus 8,3% sepanjang tahun ini. Di sisi lain, kemarin, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Juli juga naik 0,39% menjadi US$ 105,90 per barel. China yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia akan menerapkan kebijakan mendukung pertumbuhan ekonomi akibat permintaan domestik menurun.