Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sebulan, Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (20/7) dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengganggu arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Hingga pukul 07.51 GMT, harga minyak mentah Brent naik US$ 1,03 atau 1,17% menjadi US$ 89,13 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 11 Juni.


Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 0,65 atau 0,79% ke US$ 83,14 per barel, tertinggi sejak 12 Juni. Sepanjang pekan lalu, Brent melonjak 15,9% dan WTI naik 15,5%, menjadi kenaikan mingguan terbesar masing-masing sejak April dan awal Maret.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Dua Pekan Dipicu Perang Iran

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan pasar minyak kembali menunjukkan kondisi pasokan yang semakin ketat akibat terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

"Pasar minyak kembali mengetat dan kondisi ini kemungkinan akan terus menopang harga minyak," ujarnya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS melancarkan serangan terhadap Iran selama sembilan malam berturut-turut.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim dua kapal tanker minyak tidak dapat melanjutkan pelayaran setelah terjadi ledakan saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang disebut tidak aman. Iran menuding kapal-kapal tersebut diarahkan militer AS menggunakan rute tersebut. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.

Gangguan terhadap pelayaran juga semakin terlihat. Data LSEG menunjukkan hanya empat kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Minggu, turun dari delapan kapal sehari sebelumnya. Analis ANZ menilai pemulihan aktivitas pengiriman minyak praktis terhenti karena volume pelayaran melalui selat tersebut terus menyusut.

Baca Juga: Harga Minyak Bisa Tetap Panas meski Konflik AS-Iran Berakhir, Ini Penyebabnya

Situasi semakin memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Sebelum konflik Iran pecah pada akhir Februari, sekitar 20% pasokan minyak dunia dikirim melalui Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, AS menyatakan menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran mengancam kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran di kawasan tersebut.

Iran juga disebut mendorong kelompok Houthi untuk menutup jalur Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur energi Iran, sehingga risiko gangguan pasokan minyak global semakin meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News