KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah yang kembali menembus US$ 100 per barel mulai menambah kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Jika harga minyak bertahan tinggi, biaya energi dan transportasi berpotensi kembali meningkat dan menekan daya beli. Mengacu data Bloomberg, Kamis (10/9/2026) pukul 20.32 WIB, harga West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 100,25 per barel, naik 4,37% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara Brent naik 4,02% menjadi US$ 105,28 per barel. Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, kenaikan harga minyak terjadi bersamaan dengan munculnya tekanan inflasi dari sisi produsen di Amerika Serikat.
Harga Minyak Tembus US$ 100 Per Barel, Ancaman Demand Destruction Mengintai
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah yang kembali menembus US$ 100 per barel mulai menambah kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Jika harga minyak bertahan tinggi, biaya energi dan transportasi berpotensi kembali meningkat dan menekan daya beli. Mengacu data Bloomberg, Kamis (10/9/2026) pukul 20.32 WIB, harga West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 100,25 per barel, naik 4,37% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara Brent naik 4,02% menjadi US$ 105,28 per barel. Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, kenaikan harga minyak terjadi bersamaan dengan munculnya tekanan inflasi dari sisi produsen di Amerika Serikat.