KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga minyak dunia yang menembus level US$ 100 per barel memicu pelemahan sejumlah bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini. Sentimen tersebut juga berpotensi memberi tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pengamat pasar modal Irwan Ariston menilai kenaikan harga minyak di atas US$ 100 per barel memang dapat menekan pergerakan IHSG dalam jangka pendek. “Kenaikan harga minyak di atas US$ 100 per barel memang bisa menekan IHSG dalam jangka pendek. Namun arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada berapa lama konflik berlangsung dan seberapa tinggi harga minyak naik,” ujarnya kepada Kontan, Senin (9/3/2026).
Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, IHSG Berpotensi Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga minyak dunia yang menembus level US$ 100 per barel memicu pelemahan sejumlah bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini. Sentimen tersebut juga berpotensi memberi tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pengamat pasar modal Irwan Ariston menilai kenaikan harga minyak di atas US$ 100 per barel memang dapat menekan pergerakan IHSG dalam jangka pendek. “Kenaikan harga minyak di atas US$ 100 per barel memang bisa menekan IHSG dalam jangka pendek. Namun arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada berapa lama konflik berlangsung dan seberapa tinggi harga minyak naik,” ujarnya kepada Kontan, Senin (9/3/2026).