NEW YORK. Harga minyak terkapar, anjlok terdalam selama dua pekan gara-gara spekulasi permintaan minyak dunia melemah. Spekulasi itu muncul akibat ekonomi China yang diprediksi melambat, di samping aroma krisis Eropa yang masih tajam. Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman September di bursa NYMEX sempat merosot 2,2% menjadi US$ 89,77 per barrel. Pada pukul 13.40 WIB, minyak diperdagangkan pada harga US$ 89,78. Di harga ini, minyak sudah lebih murah 9,2% sejak awal tahun. “Krisis utang Eropa berlanjut dan China juga menjadi kekhawatiran,” kata Ken Hasegawa Commodity Derivative Sales Manager Newedge Group di Tokyo. Selain itu, pasokan minyak masih banyak tersedia di pasar sehingga kenaikan harga minyak bakal terbatas.
Harga minyak terhajar sentimen China
NEW YORK. Harga minyak terkapar, anjlok terdalam selama dua pekan gara-gara spekulasi permintaan minyak dunia melemah. Spekulasi itu muncul akibat ekonomi China yang diprediksi melambat, di samping aroma krisis Eropa yang masih tajam. Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman September di bursa NYMEX sempat merosot 2,2% menjadi US$ 89,77 per barrel. Pada pukul 13.40 WIB, minyak diperdagangkan pada harga US$ 89,78. Di harga ini, minyak sudah lebih murah 9,2% sejak awal tahun. “Krisis utang Eropa berlanjut dan China juga menjadi kekhawatiran,” kata Ken Hasegawa Commodity Derivative Sales Manager Newedge Group di Tokyo. Selain itu, pasokan minyak masih banyak tersedia di pasar sehingga kenaikan harga minyak bakal terbatas.