Harga minyak terpeleset pasokan berlimpah AS



NEW YORK. Harga minyak mentah dunia tak lama menikmati kenaikan ditopang janji pemangkasan produksi OPEC dan sentimen negatif konflik geopoliyik. Harga minyak dunia kembali turun pada Kamis (13/4) setelah pengumuman data pasokan minyak Amerika Serikat yang tetap berlimpah. 

Harga minyak West Texas Intermediate (WTO) turun 23 sen atau 0,4% menjadi US$ 52,88 per barel. Level tertinggi tahun ini dicetak 7 Maret lalu pada kisaran US$ 53,76 per barel.

Sedangkan harga minyak Brent terpeleset 0,4% menjadi US$ 55,62 per barel di awal perdagangan Asia. 


Energy Information Administration (EIA) merilis data wal yang memperkirakan produksi minyak AS akan tetap menanjak. Laporan tersebut juga menunjukkan cadangan minyak AS di Cushing, Oklahoma naik 276.000 barel dalam sepekan.

Produksi minyak AS 36.000 barel per hari merupakan yang tertinggi sejak Januari 2016, dan penyedia jasa eksplorasi Baker Hughes mengoperasikan 672 rig, tertinggi sejak Agustus 2015.

"Produksi AS naik ke level tertinggi lebih dari setahun, sehingga harga minyak turun setelah EIA merilis data," tulis ANZ.

Sebelumnya harga minyak menanjak lantaran Arab Saudi mengatakan akan mengajak negara-negara OPEC untuk memperpanjang masa pemangkasan produksi. OPEC dan negara aliansinya telah berkomitmen mengurangi pasokan minyak 1,8 juta barel per hari hingga Juni untuk mendongkrak harga minyak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia