JAKARTA. Data stok minyak Amerika Serikat (AS) yang menyusut menjadi katalis yang mengangkat harga minyak West Texas Intermediate (WTI). Penguatan harga juga didukung oleh dugaan kenaikan permintaan minyak di Arab Saudi. Analis memprediksi, penguatan harga minyak bisa bertahan hingga akhir pekan. Mengutip Bloomberg pada Kamis (21/7) pukul 17.38 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange naik 0,24% menjadi US$ 45,86 per barel dibandingkan hari sebelumnya. Namun sepekan terakhir, harga minyak terkikis 1,20%. Suluh Adil Wicaksono, analis PT Millenium Penata Futures, mengatakan, data stok minyak AS versi Energy Information Administration (EIA) yang kembali turun memberi ruang harga minyak untuk naik dalam jangka pendek. EIA mencatat stok minyak AS turun 2,3 juta barel pekan lalu menjadi 519,5 juta barel.
Harga minyak tersulut stok AS yang menyusut
JAKARTA. Data stok minyak Amerika Serikat (AS) yang menyusut menjadi katalis yang mengangkat harga minyak West Texas Intermediate (WTI). Penguatan harga juga didukung oleh dugaan kenaikan permintaan minyak di Arab Saudi. Analis memprediksi, penguatan harga minyak bisa bertahan hingga akhir pekan. Mengutip Bloomberg pada Kamis (21/7) pukul 17.38 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange naik 0,24% menjadi US$ 45,86 per barel dibandingkan hari sebelumnya. Namun sepekan terakhir, harga minyak terkikis 1,20%. Suluh Adil Wicaksono, analis PT Millenium Penata Futures, mengatakan, data stok minyak AS versi Energy Information Administration (EIA) yang kembali turun memberi ruang harga minyak untuk naik dalam jangka pendek. EIA mencatat stok minyak AS turun 2,3 juta barel pekan lalu menjadi 519,5 juta barel.