Harga minyak tertekan outlook perlambatan ekonomi global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak pada sesi perdagangan hari ini, kembali lagi merosot di tengah perlambatan ekonomi global yang bergulir.

Mengutip Bloomberg, Selasa (29/5) pukul 10.49 WIB harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2019 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 58,51 per barel, terkoreksi 1,07% dibanding harga penutupan kemarin. 

Analis Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan mengatakan pasar tampak masih akan memperhatikan bagaimana outlook pertumbuhan ekonomi global setelah hubungan dagang Amerika Serikat (AS)-China diperkirakan kembali memanas.


Tidak hanya itu, ia menambahkan isu eskalasi perang dagang dari AS juga dilihat bisa saja melebar. Negara incaran selanjutnya adalah Eropa dan Jepang. Untuk Jepang pada pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan Jepang kemarin, menjelaskan secara gamblang bahwa dia mempunyai misi untuk mengurangi defisit perdagangannya dengan Jepang.

Di sisi lain, para pelaku pasar yang masih menantikan kebijakan produksi dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada bulan Juni nanti. Pasalnya program pemangkasan produksi hingga 1,2 juta barel per hari itu akan segera berakhir pada bulan Juni mendatang.

“Outlook perlambatan ekonomi global akan berpengaruh pada berkurangnya permintaan minyak, hal ini berpotensi masih menjadi penekan harga minyak pada hari ini,” kata Dini dalam analisisnya, Rabu (29/5).

Dia bilang potensi pelemahan harga minyak hari ini akan menguji support terdekat di level US$ 58,00 per barel. Tembus level tersebut, potensi pelemahan selanjutnya di US$ 57,50 per barel. Sementara resistance terdekat di level US$ 59,20 per dollar AS.

Dini memprediksi pada perdagangan selanjutnya harga minyak bakal berkutat di level support antara US$ 58,00 - US$ 57,50 - US$ 56,85 per barel. Sementara level resistance antara US$ 59,20 - US$ 59,80 - US$ 60,30 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati