Harga Minyak Terus Melemah, Tertekan Ekspektasi Kelancaran Aliran Minyak di Hormuz



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. ,Harga minyak turun lebih dari 1% pada hari ini dan memperpanjang kerugian minggu ini hingga diperdagangkan di dekat level terendah empat bulan karena tanda-tanda bahwa lebih banyak kapal tanker minyak yang terdampar akan keluar dari Selat Hormuz.

Rabu (24/6/2026) pukul 14.20 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 turun US$ 1,15 atau 1,6%, menjadi US$ 75,93  per barel. Ini adalah posisi terendah Brent sejak Maret 2026.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 anjlok 92 sen, atau 1,3%, menjadi US$ 72,29 per barel.


Kedua patokan tersebut ditutup sekitar 1% lebih rendah pada hari Selasa, menyentuh level terendah sejak awal Maret.

Baca Juga: Inggris, Prancis, dan Jerman Soroti Aktivitas China di Timur Taiwan

"Tanda-tanda bahwa lalu lintas kapal tanker secara bertahap kembali normal melalui Selat Hormuz, ditambah dengan negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dan ekspektasi kembalinya minyak mentah Iran tambahan ke pasar global, telah secara signifikan mengurangi kekhawatiran pasokan," kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.

Harga minyak juga tertekan minggu ini akibat pencabutan sanksi selama 60 hari yang diberikan Washington kepada Teheran setelah pembicaraan damai awal, yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak, dan dari meredanya permusuhan di Lebanon.

"Harga minyak mentah tertekan oleh harapan meredanya ketegangan AS-Iran dan pemulihan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz," kata Tomomichi Akuta, ekonom senior di Mitsubishi – UFJ Research and Consulting.

"Kemajuan lebih lanjut dalam negosiasi nuklir dapat mendorong harga kembali ke tingkat sebelum perang," tambahnya.

Pada hari Selasa, Oman dan Iran sepakat untuk melanjutkan diskusi tentang pengelolaan navigasi di selat tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa setiap upaya Iran untuk mengenakan biaya transit akan melanggar hukum internasional.

Namun, ketidakpastian tetap ada mengenai keberlanjutan kesepakatan tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran telah menyetujui inspeksi nuklir hingga "tak terbatas", meskipun Teheran mengatakan tidak membuat konsesi seperti itu.

Investor juga mengamati seberapa cepat produsen Timur Tengah dapat memulihkan ekspor dan apakah lebih banyak kapal akan memasuki wilayah tersebut.

Baca Juga: AS-Iran Masih Berselisih Soal Nuklir, Kesepakatan Damai Terancam Goyah

Sebuah sumber militer Iran mengatakan kepada kantor berita Fars bahwa sejumlah kapal terbatas diizinkan untuk melewati selat setiap hari di bawah koordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa tiga kapal tanker super yang terdampar melewati selat pada hari Selasa. Badan pelayaran PBB mengatakan bahwa rencana evakuasi sedang berlangsung untuk memungkinkan ratusan kapal yang terdampar berlayar melalui selat setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.

Sementara itu, stok minyak mentah turun sebesar 765.000 barel pada pekan hingga 19 Juni, menurut sumber pasar, mengutip data dari American Petroleum Institute. 

Sembilan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, bahwa persediaan minyak mentah turun sekitar 4,5 juta barel dalam seminggu terakhir