KONTAN.CO.ID - LONDON/SYDNEY. Pasar keuangan global bergerak positif pada perdagangan Jumat (12/6/2026), dengan saham global menguat tajam dan harga minyak dunia jatuh lebih dari 3%. Sentimen pasar didorong oleh meningkatnya harapan kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat, serta antisipasi terhadap debut pasar modal perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX.
Saham Global Menguat Didukung Sentimen Damai
Bursa saham Eropa naik lebih dari 1,5%, mengikuti penguatan di pasar Asia. Sementara itu, kontrak berjangka Wall Street juga mengarah naik di kisaran 0,4% hingga 0,5%.Pasar Sensitif terhadap Pernyataan Politik
Menurut Michael Nizard, Kepala Multi-Aset di Edmond de Rothschild Asset Management, pasar sangat responsif terhadap perkembangan diplomasi tersebut. Pernyataan Nizard: “Pasar tetap sangat sensitif terhadap kesepakatan damai serta berbagai pernyataan dari Trump. Hari ini, saya pikir potensi perdamaian masih belum sepenuhnya dihargai oleh pasar.” Baca Juga: Harga Jam Tangan Emas Rolex Naik 5%, Permintaan Orang Kaya Tetap Tinggi Nizard juga menyoroti bahwa IPO SpaceX berpotensi menjadi penentu arah pasar global, terutama karena partisipasi investor ritel yang tinggi. “Ini adalah peristiwa pasar yang sangat penting… pasar ritel sangat penting untuk membangun momentum,” ujarnya.IPO SpaceX Jadi Sorotan Global
IPO besar SpaceX mencuri perhatian pasar global. Perusahaan tersebut disebut berhasil menghimpun dana hingga US$75 miliar, dengan valuasi mencapai US$1,77 triliun. Pencapaian ini menjadikan Elon Musk sebagai orang pertama di dunia yang berstatus triliuner, menurut laporan pasar yang beredar. Debut saham ini dinilai berpotensi memengaruhi sentimen global, terutama karena tingginya keterlibatan investor ritel yang cenderung lebih aktif dalam jangka pendek.Harga Minyak Dunia Anjlok
Harga minyak mentah global turun tajam lebih dari 3% setelah muncul ekspektasi kesepakatan damai di Timur Tengah yang dapat meredakan ketegangan geopolitik. Harga Brent crude tercatat turun 3,4% menjadi sekitar US$87,35 per barel. Penurunan ini dipicu oleh harapan bahwa konflik yang telah mendorong kenaikan harga energi global dalam beberapa bulan terakhir akan segera mereda.Inflasi dan Kebijakan Moneter Masih Jadi Risiko
Ketegangan geopolitik sebelumnya telah mendorong inflasi di berbagai negara Eropa, bahkan memaksa Bank Sentral Eropa atau European Central Bank menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun. Baca Juga: ILO Tetapkan Standar Ketenagakerjaan Mengikat bagi Pekerja Lepas Data inflasi terbaru menunjukkan:- Inflasi di Prancis dan Spanyol kembali meningkat pada Mei
- Ekonomi Inggris terkontraksi 0,1% pada April, penurunan bulanan pertama sejak Agustus