Harga Minyak Turun Mengikuti Pasar Saham



SINGAPURA. Bursa saham global dan regional pagi ini melorot. Kondisi ini juga memicu penurunan harga minyak dari level tertingginya dalam tiga bulan terakhir di posisi US$ 82. Kemelorotan bursa lebih disebabkan rendahnya data penjualan rumah, pemesanan barang pabrik, dan anggaran belanja konsumen di bawah prediksi analis. "Saya rasa bakal ada data lain yang menunjukkan ketidakstabilan di AS," jelas Peter McGuire, managing director CWA Global Markets Pty di Sydney. Kontrak harga minyak untuk pengantaran September turun 39 sen atau 0,5% menjadi US$ 82,16 per barel di NYMEX. Sementara, pada pukul 10.39 waktu Sydney, kontrak harga minyak berada di posisi US$ 82,22. Sekadar mengingatkan, kemarin, kontrak yang sama sudah mengalami kenaikan sebesar US$ 1,2 atau 1,5% menjadi US$ 82,55. Ini merupakan posisi tertinggi sejak 4 Mei lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie