KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan harga minyak dunia dari puncaknya yang terjadi pada pertengahan tahun ini dinilai menjadi kabar positif bagi pasar global. Meredanya tekanan harga energi berpotensi membantu normalisasi inflasi, meski belum cukup kuat untuk mendorong bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya. Melansir Trading Economics pada Selasa (8/7) pukul 10.35 WIB harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 72,3 per barel atau melemah 18% sebulan terakhir, selain itu minyak Brent juga berada di level US$ 76 per barel dan melemah 16,9% dalam satu bulan. Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia, Freddy Tedja, mengatakan salah satu perkembangan global yang paling melegakan belakangan ini adalah mulai terbukanya peluang normalisasi geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran memasuki proses perundingan damai yang lebih konkret.
Harga Minyak Turun, Peluang The Fed Pangkas Suku Bunga Belum Terbuka
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan harga minyak dunia dari puncaknya yang terjadi pada pertengahan tahun ini dinilai menjadi kabar positif bagi pasar global. Meredanya tekanan harga energi berpotensi membantu normalisasi inflasi, meski belum cukup kuat untuk mendorong bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya. Melansir Trading Economics pada Selasa (8/7) pukul 10.35 WIB harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 72,3 per barel atau melemah 18% sebulan terakhir, selain itu minyak Brent juga berada di level US$ 76 per barel dan melemah 16,9% dalam satu bulan. Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia, Freddy Tedja, mengatakan salah satu perkembangan global yang paling melegakan belakangan ini adalah mulai terbukanya peluang normalisasi geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran memasuki proses perundingan damai yang lebih konkret.