KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak turun pada Rabu (21/1/2026) karena peningkatan persediaan minyak mentah AS diperkirakan akan lebih besar dari penghentian sementara produksi di dua ladang besar Kazakhstan dan tekanan geopolitik dari ancaman tarif AS atas upayanya untuk menguasai Greenland. Mengutip Reuters, Rabu (21/2/2026), harga minyak Brent berjangka turun 79 sen, atau 1,22%, menjadi US$ 64,13 per barel pada pukul 0201 GMT. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 64 sen, atau 1,06%, menjadi US$ 59,72 per barel. Kedua kontrak tersebut ditutup hampir US$ 1 per barel atau 1,5% lebih tinggi pada sesi sebelumnya setelah produsen OPEC+ Kazakhstan menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev pada hari Minggu karena masalah distribusi listrik. Data ekonomi China yang kuat juga positif.
Harga Minyak Turun, Risiko Penghentian Produksi Kazakhztan Mereda
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak turun pada Rabu (21/1/2026) karena peningkatan persediaan minyak mentah AS diperkirakan akan lebih besar dari penghentian sementara produksi di dua ladang besar Kazakhstan dan tekanan geopolitik dari ancaman tarif AS atas upayanya untuk menguasai Greenland. Mengutip Reuters, Rabu (21/2/2026), harga minyak Brent berjangka turun 79 sen, atau 1,22%, menjadi US$ 64,13 per barel pada pukul 0201 GMT. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 64 sen, atau 1,06%, menjadi US$ 59,72 per barel. Kedua kontrak tersebut ditutup hampir US$ 1 per barel atau 1,5% lebih tinggi pada sesi sebelumnya setelah produsen OPEC+ Kazakhstan menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev pada hari Minggu karena masalah distribusi listrik. Data ekonomi China yang kuat juga positif.