KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan pandangan neutral terhadap sektor konsumer Indonesia. Meski ada perbaikan prospek akibat meredanya harga minyak dan potensi penguatan rupiah yang didorong oleh perkembangan kesepakatan damai Amerika Serikat–Iran. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama, menyebut penurunan harga minyak dunia berpotensi menurunkan tekanan inflasi berbasis biaya (cost-push inflation) yang berasal dari energi dan nilai tukar, sehingga memberikan dampak positif bagi pendapatan dan valuasi sektor konsumer. “Strait of Hormuz re-opening dan normalisasi perdagangan energi global berpotensi menurunkan harga minyak mendekati US$ 60– US$ 80 per barel, yang secara makro akan menurunkan risiko geopolitik dan mendukung rupiah,” tulis Willy dalam riset 23 Juni 2026.
Harga Minyak Turun Sektor Konsumer Berpeluang Rebound, Ini Saham Pilihan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan pandangan neutral terhadap sektor konsumer Indonesia. Meski ada perbaikan prospek akibat meredanya harga minyak dan potensi penguatan rupiah yang didorong oleh perkembangan kesepakatan damai Amerika Serikat–Iran. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama, menyebut penurunan harga minyak dunia berpotensi menurunkan tekanan inflasi berbasis biaya (cost-push inflation) yang berasal dari energi dan nilai tukar, sehingga memberikan dampak positif bagi pendapatan dan valuasi sektor konsumer. “Strait of Hormuz re-opening dan normalisasi perdagangan energi global berpotensi menurunkan harga minyak mendekati US$ 60– US$ 80 per barel, yang secara makro akan menurunkan risiko geopolitik dan mendukung rupiah,” tulis Willy dalam riset 23 Juni 2026.
TAG: