Harga Minyak WTI Anjlok 9% Usai Gencatan Senjata Sementara AS-Iran



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak anjlok, obligasi menguat, dan saham melonjak pada hari ini karena gencatan senjata dua minggu di Timur Tengah dipandang sebagai jalan menuju perdamaian abadi dan dimulainya kembali ekspor minyak dan gas Teluk.

Rabu (8/4/2026) pukul 06.15 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2026 anjlok 9% menjadi US$ 103 per barel di awal perdagangan sesi Asia.

Sejalan, indeks S&P 500 futures melonjak 1,6% dan dolar Amerika Serikat (AS) terlihat melemah terhadap mata uang utama setelah pernyataan Presiden Donald Trump terkait gencatan senjata dua minggu dengan Iran. 


Baca Juga: Trump Melunak! AS dan Israel Setujui Gencatan Senjata Dua Minggu dengan Iran

Kontrak berjangka menunjukkan kenaikan luas untuk pasar saham Asia, yang telah tertekan oleh perang dan harga energi yang melonjak, dan kontrak berjangka obligasi pemerintah AS 10 tahun melonjak sekitar 15 poin.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko naik lebih dari 0,8% menjadi di atas 70 sen AS dan euro naik 0,4% menjadi $1,1647. Mata uang kripto juga naik.

Sebelumnya, Trump mengatakan dia setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu dan bahwa perjanjian perdamaian jangka panjang sedang dalam proses.

Sejalan, Iran pun menyebut akan melakukan pembicaraan negosiasi damai dengan AS mulai Jumat (10/4/2026) di Islamabad.