Harga Minyak WTI Berpeluang Tembus US$100 per Barel Pekan Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia berpeluang kembali menembus US$ 100 per barel pada pekan depan.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina menjadi sejumlah faktor yang diperkirakan memengaruhi pergerakan harga minyak.

Mengutip Trading Economics, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di level US$ 91,66 per barel pada Jumat (9/10/2026). Harga WTI menguat 0,60% dalam sepekan, tetapi masih terkoreksi 10,56% dalam sebulan terakhir.


Baca Juga: Harga Emas Dunia dan Antam Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Pemicunya

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, ketegangan di Timur Tengah, terutama hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran, masih menjadi sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar.

Persoalan program nuklir Iran yang belum menemui titik terang berpotensi membuat ketegangan di kawasan tersebut berlanjut.

“Ini memanaskan situasi yang membuat dolar kembali menguat dan harga minyak pun juga walaupun sedikit tertahan,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Di sisi lain, potensi tambahan pasokan solar dapat menahan kenaikan harga energi. Ibrahim menyebut, AS tengah melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk membuka kembali keran ekspor solar.

Jika terealisasi, tambahan pasokan tersebut berpotensi menekan harga bahan bakar dan meredakan tekanan inflasi.

Baca Juga: Prospek Emiten Alat Berat Berpeluang Membaik di 2027, Cek Saham Rekomendasi Analis

Konflik Rusia-Ukraina juga dinilai masih menjadi faktor risiko bagi pasar energi. Ibrahim memperkirakan perang kedua negara berpotensi berlangsung dalam jangka panjang karena persoalan wilayah belum terselesaikan.

“Perang ini akan berlangsung cukup lama. Bukan saja sampai tahun 2029, kemungkinan besar sampai 2030 pun juga masih akan terjadi,” ujarnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan harga minyak mentah WTI berpeluang menembus US$ 100 per barel pada pekan depan.

Secara teknikal, ia menetapkan level support WTI di US$ 84,60 per barel dan resistance di US$ 101,60 per barel.

Level resistance tersebut menjadi salah satu acuan untuk mencermati peluang kenaikan harga minyak menuju US$ 100 per barel.

Baca Juga: Transaksi Derivatif Kripto Meningkat, Investor Perlu Waspadai Risiko Leverage

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News