Harga Minyak WTI Dibuka Anjlok 1,5% di Pagi Ini (5/5), Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun lebih dari 1% pada awal perdagangan hari ini karena pasar mempertimbangkan dampak serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan berita bahwa sebuah kapal berbendera AS yang dioperasikan oleh Maersk telah melintasi selat tersebut dengan didampingi oleh militer AS.

Selasa (5/5/2026) pukul 06.00 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 turun US$ 1,54 atau 1,5% menjadi US$ 104,88 per barel.

Sebelumnya, Maersk mengatakan bahwa Alliance Fairfax, kapal pengangkut kendaraan berbendera AS yang dioperasikan oleh unit Farrell Lines, meninggalkan Teluk melalui Selat Hormuz dengan didampingi aset militer AS pada hari Senin (4/5/2026). Hal tersebut meredakan beberapa kekhawatiran akan gangguan pasokan langsung.


Baca Juga: Kinerja Grab Lampaui Estimasi, Pendapatan Capai US$ 955 Juta di Kuartal I-2026

Pasukan AS secara aktif membantu upaya untuk memulihkan pengiriman komersial melalui Selat Hormuz, kata Komando Pusat AS (Centcom) pada awal pekan ini.

Sebelumnya, harga minyak melonjak lebih dari 6% pada hari Senin (4/5/2026) setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi baru yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran, yang mendorong Iran untuk membalas dalam upaya mempertahankan kendalinya atas jalur transit energi vital tersebut.

Beberapa kapal komersial dilaporkan terkena serangan, sementara sebuah pelabuhan minyak UEA terbakar setelah serangan Iran, ketika upaya Trump untuk menggunakan Angkatan Laut AS untuk membebaskan pelayaran memicu eskalasi terbesar perang sejak gencatan senjata diumumkan empat minggu lalu.