Harga minyak WTI menyentuh US$ 60, rupiah makin tertekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah makin melemah menjelang siang ini. Rabu (27/3) pukul 11.28 WIB, rupiah spot melemah 0,28% ke Rp 14.213 per dollar Amerika Serikat (AS). Dollar AS sedang diburu di tengah kekhawatiran penolakan Parlemen Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim menjelaskan, alotnya perundingan Brexit dan adanya kemungkinan besar penolakan Parlemen Inggris keluar dari Uni Eropa, mendorong penguatan indeks dollar AS.

"Seperti yang sudah diketahui, pada Rabu ini, Inggris akan menyelenggarakan kembali voting untuk menentukan keluar tidaknya dari Uni Eropa. Pelaku pasar memprediksi, Perdana Menteri Theresa May, tidak akan mendapatkan dukungan lagi dan menerima penolakan. Dengan demikian, Inggris mau tak mau keluar tanpa kesepakatan apapun pada 12 April mendatang," tutur Ibrahim pada Kontan.co.id, Rabu (27/3).


Pelemahan rupiah juga makin menjadi dengan kenaikan harga minyak WTI yang kembali mencapai US$ 60 per barel. Mengutip Bloomberg, pukul 11.32 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) di bursa New York Marcentile (Nymex) merangkak 0,17% ke level US$ 60,04 per barel.

Harga minyak jenis Brent di bursa ICE Futures tercatat pun menguat 0,28% ke level US$ 68,16 per barel. "Penguatan harga minyak, akan membebani impor bahan bakar bakar menjadi lebih tinggi. Inilah yang menyebabkan rupiah susah menguat," tambah Ibrahim.

Dia memprediksi, penguatan rupiah hari ini sangat tipis terjadi. Pergerakan rupiah diperkirakan akan berada di rentang Rp 14.160 per dollar AS-Rp 14.250 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati