Harga minyak WTI tergerus dua sentimen, apa saja?



SYDNEY. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pagi ini diperdagangkan mendekati level terendah dalam dua pekan terakhir. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 12.55 waktu Sydney, harga kontrak minyak WTI naik 22 sen menjadi US$ 101,66 per barel di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga kontrak minyak sempat turun hingga 31 sen menjadi US$ 101,44 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 7 April lalu. Harga minyak terlihat tertekan seiring melonjaknya cadangan minyak AS ke level tertinggi dalam 83 tahun terakhir. Seperti yang diketahui, AS merupakan negara konsumen minyak terbesar dunia. Berdasarkan data yang dirilis oleh Energy Information Administration, terjadi kenaikan cadangan minyak AS sebesar 3,5 juta barel pada pekan lalu menjadi 397,7 juta.Sentimen lainnya adalah semakin meningkatnya ketegangan politik di Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bilang, Rusia akan mempertahankan warga negaranya yang berada di Ukraina karena memanasnya hubungan kedua negara. Di sisi lain, AS bersiap mengirimkan ratusan pasukan untuk latihan di empat negara yang berbatasan dengan Rusia. "Ukraina akan terus menjadi sentimen yang menghangatkan pasar minyak. Sedangkan cadangan minyak AS yang tinggi menjadi sentimen yang memberatkan langkah minyak," jelas Ric Spooner, chief strategist CMC Markets di Sydney. Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Juni naik 2 sen menjadi US$ 109,31 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News