Harga Minyakita Bertahan, Selisih dengan Minyak Curah Kini Rp 3.600/Liter



KONTAN.CO.ID - Harga minyak goreng rakyat Minyakita masih bertahan di kisaran Rp 16.000 per liter pada akhir April 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga Minyakita secara nasional tercatat sebesar Rp 15.907 per liter pada 30 April 2026.

Harga tersebut turun tipis dibandingkan posisi 31 Maret 2026 yang sebesar Rp 15.921 per liter, atau turun sekitar Rp 14 per liter (minus 0,09%).

Sebagai pengingat, saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita berada di posisi Rp 15.700 per liter. Artinya, harga rata-rata Minyakita saat ini sekitar Rp 207 per liter di atas HET.


Data SP2KP Kemendag menggunakan indikator Harga Nasional Tertimbang (HNT) yang bersumber dari 514 kabupaten/kota dengan bobot konsumsi berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 Badan Pusat Statistik (BPS).

Meski Minyakita turun tipis, harga minyak goreng jenis lain justru mengalami kenaikan. Minyak goreng sawit curah tercatat naik dari Rp 19.063 per liter pada akhir Maret menjadi Rp 19.522 per liter pada akhir April atau naik 2,41%.

Sementara itu, minyak goreng sawit kemasan premium naik dari Rp 21.372 per liter menjadi Rp 21.929 per liter, atau meningkat 2,61% dalam sebulan.

Artinya, harga minyak goreng curah masih lebih mahal sekitar Rp 3.615 per liter dibanding Minyakita. Adapun minyak goreng kemasan premium terpaut sekitar Rp 6.022 per liter dibanding Minyakita. Selisih harga ini membuat Minyakita tetap lebih terjangkau bagi rumah tangga.

Baca Juga: RI Diklaim Jadi Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik Kedua Dunia, Ini Strateginya

Tabel 1. Tren harga minyak goreng nasional (HNT SP2KP Kemendag)

Komoditas 31 Maret 2026 30 April 2026 Perubahan
Minyakita Rp 15.921/lt Rp 15.907/lt -0,09%
Minyak goreng curah Rp 19.063/lt Rp 19.522/lt +2,41%
Minyak goreng kemasan premium Rp 21.372/lt Rp 21.929/lt +2,61%

Simulasi belanja rumah tangga untuk Minyakita

Dengan harga Minyakita di level Rp 15.907 per liter, konsumsi rumah tangga akan menentukan besar kecilnya pengeluaran bulanan. Berikut simulasi pengeluaran rumah tangga jika membeli Minyakita dengan beberapa skenario konsumsi.

Tabel 2. Simulasi belanja rumah tangga untuk Minyakita per bulan (harga Rp 15.907/lt)

Konsumsi Minyakita per bulan Pengeluaran per bulan
2 liter Rp 31.814
4 liter Rp 63.628
6 liter Rp 95.442
8 liter Rp 127.256

Jika konsumsi rumah tangga berada di kisaran 4 liter per bulan, maka pengeluaran untuk Minyakita mencapai sekitar Rp 63.628 per bulan.

Baca Juga: Lampu Merah APBN: Defisit 0,93% PDB pada Kuartal I Mulai Menekan Kesehatan Fiskal

Rencana kenaikan HET Minyakita

Meski harganya relatif stabil, pemerintah membuka peluang penyesuaian HET Minyakita.

Melansir pemberitaan Kompas.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut rencana penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) Minyakita. Menurut dia, rencana kenaikan HET murni dipengaruhi kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan biaya produksi minyak goreng.

Ia menuturkan, biaya produksi minyak goreng terus mengalami kenaikan, sementara HET Minyakita belum berubah sejak Agustus 2024. 

Maka dari itu, diperlukan penyesuaian HET dengan kondisi ekonomi terbaru. 

"Apalagi harga HET Minyakita itu sudah dari 2024. Kan sudah lama, semua kan pasti nilai ekonominya berubah," kata dia. 

Menurut Budi, pemerintah saat ini masih mengkaji penyesuaian HET Minyakita bersama kementerian dan lembaga teknis terkait.

Simulasi tambahan beban jika harga Minyakita naik

Kenaikan harga Minyakita dapat berdampak langsung pada daya beli rumah tangga, terutama kelompok menengah bawah. Berikut simulasi tambahan pengeluaran jika harga Minyakita naik Rp 500 hingga Rp 2.000 per liter.

Tabel 3. Simulasi tambahan pengeluaran rumah tangga jika Minyakita naik

Konsumsi per bulan Jika naik Rp 500/lt Jika naik Rp 1.000/lt Jika naik Rp 2.000/lt
2 liter Rp 1.000 Rp 2.000 Rp 4.000
4 liter Rp 2.000 Rp 4.000 Rp 8.000
6 liter Rp 3.000 Rp 6.000 Rp 12.000
8 liter Rp 4.000 Rp 8.000 Rp 16.000

Dengan konsumsi 4 liter per bulan, kenaikan harga Rp 1.000 per liter akan menambah beban belanja sekitar Rp 4.000 per bulan. Sementara jika kenaikannya Rp 2.000 per liter, tambahan pengeluaran mencapai Rp 8.000 per bulan.

Tonton: Tinggalkan Rugi, Amman Mineral (AMMN) Raih Laba Bersih US$ 163 Juta di Kuartal I-2026

Tambahan ini belum termasuk kenaikan komoditas pangan lain yang belakangan juga naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News