KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyoroti kenaikan harga Minyakita yang telah mencapai Rp 15.915 per liter, lebih tinggi dari ketetapan Harga Eceran Tertingginya (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter. Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, mengatakan stabilitas harga Minyakita diperlukan di tengah kenaikan harga minyak goreng premium dan curah. "Kami laporkan bahwa harga rata rata nasional per 4 Mei harga Minyakita melalui SP2KP Rp 15.915 per liter, ada kenaikan dari minggu lalu sebesar 15.900 per liter, sedikit perlu diwaspadai," kata Nawandaru dalam rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Jawa dan Sumatra Jadi Penopang Utama PDB Tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026 Nawandaru mencatat kenaikan harga ini dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia dan tekait kenaikan bahan baku plastik imbas konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, realisasi wajib pasok (DMO) dari produsen juga mengalami penurunan. Kemendag mencatat realisasi DMO pada Maret berada dia atas 100.000 ton, namun realisasi DMO pada April tercatat hanya di 90.000 ton. "Ini menjadi konsern bahwa realisasi DMO sangat fluktuatif karena perkembangan ekspor produk turunan kelapa sawit," ungkap Nawandaru. Sementara itu, Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal menegaskan sebagai operator distribusi, BULOG secara konsisten memastikan penyaluran Minyakita tetap menjangkau masyarakat melalui berbagai saluran distribusi. "Distribusi Minyakita tetap kami jalankan secara terukur dan berkelanjutan. BULOG juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran pasokan di berbagai wilayah terlebih di wilayah yang memiliki tantangan medan distribusi seperti di Indonesia Timur," ujar Andi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: BPS: Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Sumbang 82,65% ke PDB Kuartal I 2026 Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa penyaluran Minyakita oleh BULOG dilakukan melalui berbagai saluran dan jaringan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap minyak goreng bersubsidi.
Bulog juga terus mendorong penguatan sistem distribusi yang lebih efisien dan tepat sasaran serta menambah kapasitas gudang penyimpanan minyak. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat, menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan, dan memastikan distribusi lebih merata. Sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional, Bulog berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga, termasuk komoditas minyak goreng rakyat. "BULOG akan terus hadir menjalankan mandat pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat," tutup Andi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News