KONTAN.CO.ID - Penikmat durian di Singapura sedang berpesta pora. Penjualan durian melonjak tajam setelah panen raya durian Musang King di Malaysia membuat harga varietas premium ini jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pedagang durian yang diwawancarai
The Straits Times mengatakan mereka terpaksa memangkas harga Musang King atau dikenal juga sebagai Mao Shan Wang, yang terkenal dengan rasa pahit-manis khasnya. Penjualan Musang King pun meningkat signifikan dalam sebulan terakhir.
Pemilik Durian Empire, Zen Ho, mengaku kini menjual Musang King di kisaran SG$ 8 hingga SG$ 18 (Rp 103.000-Rp 233.500, dengan kurs Rp 12.900) per kilogram. Turun jauh dari harga rata-rata sebelumnya yang berada di SG$ 15 hingga SG$ 24 (Rp 195.000- Rp 311.000) per kilogram. “Ini harga terendah sejak 2018,” ujarnya. Menurutnya, penurunan harga Musang King juga ikut menekan harga jenis durian lainnya.
Baca Juga: Pertama dalam 13 Tahun! Konflik Politik Bikin Ratusan CEO Jepang Ogah ke Beijing Berkat harga murah, penjualan durian di tokonya naik sekitar 20% dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, panen raya di Malaysia juga membawa sisi negatif: pasokan durian yang masuk ke toko lebih banyak daripada yang bisa dijual. Untuk mendongkrak penjualan, Durian Empire yang berlokasi di Punggol Plaza menggelar promo, seperti lima kotak durian seharga SG$ 108. Pada Juni lalu, satu kotak durian masih dijual sekitar SG$ 40. Harga Musang King di Malaysia sendiri anjlok akibat apa yang oleh pelaku industri disebut sebagai “tsunami durian”, di mana para penjual menawarkan diskon besar-besaran hingga menarik kerumunan pembeli. Derrick Ooi, pemilik 211 House of Durian di Lorong 8 Toa Payoh, mengatakan lonjakan pasokan durian mulai terasa sejak tiga minggu lalu.
Baca Juga: Dolar AS Ambruk Paling Dalam Hampir 10 Tahun, Rubel Rusia Justru Meroket “Ini pertama kalinya dalam 10 tahun kami mengalami kondisi seperti ini,” katanya. Harga murah tersebut membuat penjualan di tokonya melonjak 30% hingga 40% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Sementara itu, Arthur Gan, pemilik Fresh Durian yang sebagian besar berjualan secara online, mengatakan penjualan naik sejak November. Ia kini menerima lebih dari 100 pesanan per hari, jauh di atas angka sebelumnya yang hanya 60–70 pesanan. Sejak Oktober, Gan menjual Musang King seharga SG$ 35 per 800 gram, turun drastis dari kisaran SG$ 60–70 pada Juni dan Juli.
Tonton: Putin Sebut Rumahnya Dibombardir Drone Ukraina, Kyiv Membantah Meski demikian, para pedagang memperkirakan harga tidak akan bertahan murah lama. Pasokan biasanya mulai menurun menjelang akhir musim durian, sekitar Januari hingga Februari. “Durian masih akan ada sampai Imlek, tapi harganya bisa berubah-ubah,” ujar Ooi.
Kesimpulan Anjloknya harga Musang King akibat panen raya di Malaysia menciptakan efek domino hingga ke Singapura. Konsumen diuntungkan lewat harga murah, sementara pedagang menikmati lonjakan penjualan meski harus menghadapi risiko kelebihan pasokan. Namun, kondisi “banjir durian” ini diperkirakan bersifat sementara, karena harga berpotensi kembali naik seiring menipisnya pasokan menjelang akhir musim.