Harga nikel dan timah pun tenggelam



JAKARTA. Harga nikel dan timah terpengaruh penurunan harga komoditas lain. Perkembangan ekonomi di kawasan Eropa masih menjadi fokus perhatian para pelaku pasar komoditas. Saat ekonomi Eropa masih buruk, kinerja industri dari negara-negara yang selama ini menjadi mitra dagang Eropa, seperti China, juga akan turun.

Harga nikel di London Metal Exchange (LME) untuk kontrak pengiriman tiga bulan, Selasa (16/4), turun 5,73% menjadi US$ 15.705 per metrik ton dibanding harga akhir Maret 2013. Sedangkan harga timah untuk kontrak pengiriman tiga bulan ke depan turun 9,08% menjadi US$ 21.120 per metrik ton dalam periode yang sama.

Meski turun sejak akhir bulan lalu, harga kedua komoditas logam ini naik tipis dibanding hari sebelumnya. Ibrahim, analis senior Harvest International Futures mengatakan, kenaikan harga nikel dan timah ini merupakan kenaikan sementara. Sentimen negatif masih belum lepas dari pergerakan harga dua komoditas ini.


Di kuartal II-2013 ini, pergerakan harga nikel dan timah akan semakin berat, karena ketidakjelasan mengenai pemulihan ekonomi serta kebijakan moneter dari beberapa negara membuat pasar kesulitan menentukan arah. Meskipun ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pemulihan dan bisa diharapkan menopang kenaikan harga nikel dan timah, kondisi industri di China, sebagai salah satu konsumen logam industri terbesar di dunia, masih mengkhawatirkan. Hal tersebut membuat pasar khawatir bahwa tingkat permintaan nikel dan timah masih akan rendah di kuartal II-2013.

Ibrahim memprediksikan, harga nikel sampai kuartal II-2013 masih turun, di kisaran US$ 13.500-US$ 15.750 per metrik ton. Harga timah, diperkirakan Ibrahim, juga bergerak turun di kisaran US$ 19.456-US$ 21.180 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati