KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga nikel mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Penurunan ini sejalan dengan prospek pasokan global serta kebijakan baru Indonesia, produsen nikel terbesar dunia yang akan menempatkan ekspor sejumlah produk nikel di bawah kendali negara. Di London Metal Exchange (LME), harga nikel acuan tiga bulan turun 1,39% menjadi US$ 18.665 per ton pada pukul 15.00 WIB. Sementara itu, kontrak nikel paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melemah 1,23% dan ditutup di level 142.770 yuan (sekitar US$ 20.986) per ton. Penurunan harga terjadi setelah Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu mengumumkan kebijakan baru yang memperketat pengawasan ekspor komoditas strategis. Pada Kamis, pejabat Kementerian Perdagangan dan pimpinan dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, memaparkan rincian kebijakan tersebut.
Harga Nikel di LME dan Shanghai Turun, Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jadi Pemicu
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga nikel mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Penurunan ini sejalan dengan prospek pasokan global serta kebijakan baru Indonesia, produsen nikel terbesar dunia yang akan menempatkan ekspor sejumlah produk nikel di bawah kendali negara. Di London Metal Exchange (LME), harga nikel acuan tiga bulan turun 1,39% menjadi US$ 18.665 per ton pada pukul 15.00 WIB. Sementara itu, kontrak nikel paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melemah 1,23% dan ditutup di level 142.770 yuan (sekitar US$ 20.986) per ton. Penurunan harga terjadi setelah Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu mengumumkan kebijakan baru yang memperketat pengawasan ekspor komoditas strategis. Pada Kamis, pejabat Kementerian Perdagangan dan pimpinan dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, memaparkan rincian kebijakan tersebut.
TAG: